jendelablog.wordpress.com

budiscyan weblog area's

Menghadapi Dampak Negatif Pertelevisian

andai-ku-tahuKeberadaan televisi tidak bisa di pungkiri lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan mutlak adanya. Baik televisa sebagai sarana informasi, edukasi, maupun hiburan. Bahkan sadar atau tidak sadar kita habiskan waktu berjam-jam untuk mantengin acara televisa.

Apa lagi jika hari libur dan tidak ada acara keluar rumah. Pasti dech sasaran utamanya lihat TV. Memang mengasyikkan bercanda dengan dengan keluarga.Ngobrol sama teman sambil nonton TV. Di tambah lagi tersaji makanan kecil dan secangkir kopi yang menemani.Wuuuich…asyik banget!!!!!

Lepas dari keenakan-keenakan itu, kalau kita cermati bersama berapa banyak acara TV yang mengandung nilai informasi, edukasi,atau hanya sekedar hiburan semata. Kita sadar penontn televisi hanya sekedar objek yang pasif. Kita hanya di suguhi tontonan dan pilihan kita hanya mau menonton atau tidak.

Merebaknya sinetron remaja hampir di semua stasiun TV lebih mengarah pada hiburan saja. Stasiun TV berlomba-lomba menampilkan pemain sinetron yang baru naik daun yang menjadi idola para remaja. Dari sisi bisnis, barangkali pihak TV yang di untungkan, sinetron tayangannya memperoleh ratring tertinggi di banding acara-acara lain.

Bahkan para remaja seakan terhipnotis untuk selalu menyaksikan bintang pujaannya beraksi. Sinetron favorit remaja mrupakan tontonan wajib yang rugi kalau di tinggalkan, begitu katanya.

Tengok saja sinetron remaja macam Melati Untuk Marvel,Cinta Fitri dan seabrak judul lainnya. Remaja kita pada terpesona sama pemainnya. Terbuai sama penampilannya, dan yang parah lagi remaja kita juga mengidentikkan diri dengan bintang idolanya baik penampilan maupun sikap dan perilakunya.

Di sejumlah sinetron, materi isinya barangkalin tidak mengkhawatirkan. kepompongNamun dari sisi lain, efek dari meniru mentah-mentah itu yang lebih berbahaya. Di kalangan remaja kita mulai muncul gaya hidup instant, yang itu terilhami dari sinetron yang di tontonnya. Hidup enak uang banyak , penampilan keren , pokoknya semua serba wah.itulah dambaannya. Tetapi tidak di imbangi dengan pemikiran , bagaimana itu semua bias diraih. Bahkan semboyan kawula muda “kecil dimanja-manja,muda berfoya-foya,tua kaya raya mati masuk surga”. Wuihhh….kedengarannya enax banget……..

Kita kadang-kadang kurang tahu , seperti apa sih sinetron yang pas buat ditonton. Apa seputar liku-liku cinta , problem remaja , problema rumah tangga , atau tentang karir dan masa depan . Mayoritas sinetron menggambarkan sosok remaja elite-gedongan dengan segala fasilitasnya . Lihat saja penampilannya , pergi ke sekolah mengendarai mobil ,kemana-mana tak luput bawa HP , dandanan dan aksesorisnya. Mencolok.Pergaulan begitu bebas dan sederajat lainnya.

Dan minim sekali sinetron kita menggambarkan sosok pemuda bersahaja, ulet, pekerja keras, menjaga moral dan etika pergaulan. Kalaupun toh ada beragam komentar muncul. Dari kuno, ketinggalan kereta, sampai pada gak gaul . Kata “gak gaul” ini yang menjadi momok bagi remaja kita, sehingga berbagai upaya di tempuh demi satu kata “gaul”.

Tanpa di sadari kita semua, bagaimana dampak sinetron bagi perkembangan para remaja. Banyak sekali, mulai dari mencontoh gaya hidup bulat-bulat , mempercepat kematangan seksual, pelecehan seksual sampai tindak kekerasan dan sadisme. Berdasarkan penelitian di beberapa majalah dan surat kabar. Banyak pelaku kejahatan berbuat jahat karena di ilhami dari sinetron atau dari film yang di tontonnya. Naah….khan??Kalu sudah demikain siapa biang keladinya. Sinetron atau penonton?

Sinetron tidak bisa di salahkan begitu saja kiarena dalam sinetron pasti dipasang tokoh protagonis dan antagonis . Kalau begitu, apakah penontonnya? Penontonmemang harus selektif dan pandai-pandai mengambil pesan-pesan yang di sampaikan sinetron. Selain itu juga harus jeli sekalipun di sana terpampang SU (segala umur).

Naah,,??! Teman – teman semua, tentu bisa berfikir dalam menyikapi hal ini. Boleh saja kita mengikuti trend mode, asalakan tidak menjadi korban mode. Syah-syah saja meniru bintang idolamu, asalkan disesuaikan dengan dirimu yang notabene adalah remaja muslim. Dan dalam menyikapi maraknya sinetron remaja, ambillah isi atau pesan yang di bawa, jangan hanya meniru kulit luar atau penampilannya para pemainnya okey……?!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 April 2009 by in artikel.

Kategori

Blog Statistic

  • 21,290 hits

Contact

%d blogger menyukai ini: