jendelablog.wordpress.com

budiscyan weblog area's

Sejarah Reog Ponorogo

Sejarah keberadaan Reog sebagai seni mulai muncul ketika pada thn 1400-an ketika itu Dadak Merak dimaksudkan untuk menyindir Raja Brawijaya V, yang lebih terpengaruh oleh permaisurinya. Ini digambarkan pada Dadak Merak (Singo Barong), bahwa Kepala Macan/Singo barong simbolisasi laki-laki diatasnya adalah Burung Merak sebagai simbolisasi wanita, Artinya Lelaki yang dibawah wanita. Konon waktu itu para penari reog sebenarnya adalah sekumpulan pendekar-pendekar (bekas pasukan khusus Majapahit) yang kecewa terhadap junjungannya yang berniat memberontak. Akhirnya diredam oleh para petinggi kerajaan yang sangat berpengaruh dengan dialihkan menjadi suatu bentuk perkumpulan kesenian.

Sebenarnya adanya Singo barong sendiri itu sudah sejak abad 6, pada waktu jaman Hindu Buddha, dan terus mengalami perubahan sesuai perkembangan budaya yang dibawa masing-masing kerajaan jawa kuno waktu itu. Hingga pada saat Bathara katong (salah satu keturunan Brawijaya terakhir) yang beragama Islam turut memberi warna dalam reog.

Pada pertunjukan reog, musik terdiri dari ketuk, kempul, genggam, kenong, ketipung, angklung, dan salompret bergaung menyajikan nada salendro dan pelog. Nada ?nada yang dibawakan bernuansakan mistis, apalagi ditambah aroma menyan. Kemudian wajah-wajah sangar berpakaian hitam bertali kolor putih melilit dipinggang, menari sambil berteriak-teriak yang dikenal sebagai Warok, mengitari pertunjukan. Lalu Singo barongpun muncul, penari mengangkat Barongan seberat 40-50 kg dengan digigit, menunjukkan kekuatan supranatural ada pada penarinya.

Satu group Reog biasanya terdiri dari seorang : Warok Tua, beberapa Warok Muda, Pembarong (penari singa barong/ dadak merak) dan Penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.Dan beberapa penari pengiring lainya, sehingga jumlah satu grup antara 20 hingga 30-an orang, Sentral dari sebuah grup Reog adalah adalah Para Warok dan Pembarongnya (penari singo barong/dadak merak)

Menjadi Warok tidaklah gampang, ia harus mampu menjalani penempaan fisik dan bathin. Tingkatan ilmu warok adalah mulai tingkat ilmu kanuragan sampai tingkat ilmu kebathinan. Warok muda biasanya baru menguasai ilmu kanuragan : yakni mengolah kekuatan fisik dengan berbagai laku tertentu seperti silat, pernafasan, puasa dan tirakat .Sebagai tanda ia menjadi warok ia mempunyai senjata andalan berupa tali kolor putih yangbesar (biasa dililitkan dipinggang) yang mempunyai daya kekuatan. Konon jaman dahulu ketika dua warok adu kesaktian dengan saling mencambukkan kolornya ke tubuh lawannya. Barang siapa yang berhasil menjatuhkan lawan dengan kolornya maka dia sebagai pemenang. Padahal tali kolor tersebut jika disabetkan ke batu besar, akan pecah berkeping-keping.

Sedang warok tua, ilmunya sudah mumpuni, artinya sudah mengolah bathin, sampai pada pengertian tentang filsafat kehidupan, yang sudah tidak mengandalkan kekuatan fisik/ kanuragan. Warok tua lebih arif, bijak dan menjadi tokoh sentral atau ?orang tua? didaerahnya masing-masing yang disegani baik oleh penduduk maupun Warok Muda.

Warok sepuh di Ponorogo yang masih hidup saat ini Mbah Wo Kucing di Sumoroto ; Mbah Kamituwo Welut (90), dan Mbah Senen Kakuk (83) , Mbah Petil (85) , dan Mbaj Tobroni (70) Mbah Bikan Gondowiyono (60 thnan), Mbah Legong (60than) yang jarang muncul, seperti Mbah Benjot (70)

Warok sendiri sudah ada sejak jaman Wengker Kuno, sejak keruntuhan kerajaan Medang , muncul kerjaan baruseperti kerajaan Wengker di G. Lawu dan G. Wilis yang didirikan oleh raja Ketut Wijaya yang terkenal hidup sebagai Rahib Buddha, yang mendapat respon dari rakyat pengikutnya. Untuk punggawa dan pengawal kerajaan diambil dari pemuda-pemuda dan para warok atau pendekar-pendekar sakti. Ketika tahun 1035 Kerajaan Wengker kemudian dikuasai oleh Airlangga dan diubah menjadi Kahuripan. Namun para Warok sebagian tetap melanjutkan kehidupannya sucinya, sebagian menjadi penguasa lokal yang dipercaya raja untuk mengendalikan wilayah kerajaan.

Eksistensi Warok berlanjut ketika masa akhir Majapahit thn1450, ketika itu sang prabu Brawijaya V mempercayakan ki Demang Suryongalam (kerabat prabu yang juga pemimpin warok) untuk menjadi penguasa bekas kerajaan Wengker. Dan para warok dihimpun untuk digembleng menjadi perwira tangguh. Momentum inilah, yang sering dikatakan sebagai cikal bakal eksistensi warok tahap kedua.

Para warok lebih eksis lagi setelah Bethara Katong ( keturunan Raja Brawijaya terakhir yg beraagam Islam, yang hidup keluar dari kerajaan ) mengambil alih kekuasaan Ki Demang Suryangalam. Pada tahun 1486, hutan dibabat atas perintah Bethara Katong. Bukannya tanpa rintangan. Banyak gangguan dari berbagai pihak, termasuk makhluk halus, datang. Namun, karena bantuan warok dan para prajurit Wengker, akhirnya pekerjaan membabat hutan itu lancar. Kemudian satu persatu bangunan dan infrastrukturnya didirikan, maka penduduk pun berdatangan . Setelah menjadi kadipaten Bethara Katong kemudian memboyong permaisurinya, yakni Niken Sulastri. Sedang adiknya, Suromenggolo, tetap di tempatnya yakni di Dusun Ngampel. Oleh Katong, daerah yang baru saja dibangun itu diberi nama Prana Raga. Akhirnya, dikenal dengan nama Ponorogo. Dan memberi kedudukan yang istimewa pada para warok. Katong tahu, warok-warok itu punya kultur Hindu Buddha. Namun mereka sangat dipercaya masyarakatnya. Sementara Katong sendiri beragama Islam. Maka, terjadilah akulturasi budaya yang cantik antara Hindu Buddha dan Islam. Sejak Bethara Katong itulah posisi warok sangat istimewa di kalangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 September 2009 by in artikel.

Kategori

Blog Statistic

  • 21,292 hits

Contact

%d blogger menyukai ini: