jendelablog.wordpress.com

budiscyan weblog area's

Merekatkan Hati Yang Patah

Merekat Hati yang Patah
Patah hati tak hanya menimpa
kaum remaja tapi juga bisa
dialami orang
dewasa, tua maupun muda.
Menyembuhkan diri dari patah
hati juga hal
yang sulit. Namun ada sejumlah
tips yang bisa membuat
seseorang
keluar dari masalah itu serta
menumbuhkan semangat untuk
melanjutkan
hidup lagi.
Kondisi ini kerapkali tak
terbayangkan bisa menimpa diri,
apalagi
jika Anda merasa hubungan
khusus dengan sang kekasih itu
berjalan
mulus. Tak heran, jika
hubungan yang putus itu
membuat seseorang
merasa antara percaya dan tidak
percaya. Tapi tak perlu berpikir
terlalu lama untuk menyadari
bahwa kejadian itu bukanlah
mimpi,
melainkan cepat pungut keping-
keping hati yang berserakan itu
dan
rekatkan kembali. Langkah
pertama yang umumnya harus
dilakukan adalah
menerima kenyataan itu. Tak
perlu dipersoalkan hubungan itu
berlangsung enam minggu atau
enam tahun. Karena sama-sama
kehilangan.
Alan Konell, penulis Partnership
Tools: Transforming the Way
We Live
Together mengatakan, “rasa
sakit, kemarahan, penolakan,
penerimaan
merupakan tantangan yang
harus dihadapi setiap orang
yang melewati
masa ini”.
Konell menyarankan dalam
kondisi seperti itu seseorang
harus
memfokuskan pikiran pada
masa datang. “Rasakan apa
yang ada di hati
Anda tapi jangan percaya hal itu.
Perasaan yang buruk tentunya
sah-
sah saja, tapi tidak perlu
memprediksi sisa hidup Anda
akan seburuk
perasaan itu,” katanya.
Ia mengungkapkan umumnya
dua respon yang biasanya
muncul jika
seseorang patah hati. Pertama,
orang tersebut mengatakan
bahwa ia
tidak akan pernah
mengalaminya lagi. Kedua, yang
bersangkutan
menyatakan ia akan bertahan
dan bila terjadi lagi ia pun yakin
akan
tetap bertahan juga. Konell
menyebutkan tanggapan
kedualah yang lebih
baik.
Dalam laporannya ke American
Psychological Association,
dosen
psikologi dari Harvard University
Daniel M Wegner, PhD
menawarkan
solusi untuk melepaskan diri dari
keterikatan dengan mantan
kekasih. “Jangan mencoba untuk
berhenti memikirkan orang lain,
hal
ini malahan menyebabkan Anda
dalam posisi tetap buruk,”
katanya.
Dalam studi terhadap 70 pria
dan wanita muda, Wegner
menemukan jika
seseorang menekankan rasa
sakit tersebut, dan pikirannya
dihujani
bahwa sang mantan benar-
benar telah pergi, ia malahan
membuat suasana
tak kunjung membaik. Karena
setiap kali pikiran tentang si
mantan itu
merasuki pikiran, tubuh akan
melakukan reaksi terhadap
tekanan dan
rasa sakit yang muncul sama
seperti ketika pertama kali
muncul.
Wegner menyebutkan jika si eks
tidak bisa keluar dari pikiran,
seharusnya dibiarkan dan
pasrah saja. Namun tidak berarti
Anda
tiduran sepanjang hari dengan
air mata mengucur deras.
Lakukan
sesuatu. L Joan Allen MA, asisten
penulis dalam buku Celebrating
Single and Getting Love Right,
menyarankan hal berikut
Lakukan suatu kegiatan dengan
orang lain. Bergabunglah
dengan sebuah
kelompok untuk melakukan
kegiatan sosial atau aktivitas
lainnya. “Meluangkan waktu
untuk membantu seseorang
membuat Anda
melepaskan pikiran dari masalah
dan merasa lebih nyaman,” kata
Allen.
Manjakan diri Anda dengan
pijitan, perawatan tubuh lainnya,
dan
berakhir pekan di tempat yang
belum pernah dikunjungi.
Namun jangan
lakukan perjalanan yang
membuat Anda seperti napak
tilas ke tempat-
tempat khusus bersama si eks.
Peliharalah binatang yang Anda
sukai. “Hewan bisa memberikan
cinta
dan perhatian tanpa batas,” tutur
Allen. Jika Anda tinggal di
apartemen dan tidak diizinkan
memeliharanya, kunjungi teman
yang
mempunyai hewan peliharaan.
Tetaplah aktif berkiprah dengan
buku harian dan tulis yang Anda
pelajari dari hubungan tersebut
yang sudah bubar itu. Termasuk
juga
peranan Anda hingga terjadi
pemutusan hubungan itu.
Meskipun Anda
yakin bukan pihak yang harus
disalahkan, namun bisa jadi
Anda
melakukan sedikit dorongan ke
arah itu meskipun bukan
menjadi pemicu
utama. Tulis apa yang harus
dihindari dalam hubungan
khusus
selanjutnya.
Luangkan waktu dengan teman-
teman dan keluarga hingga
Anda merasa
terhibur dan terhindar dari
kesepian.
Pelajari sesuatu hal yang baru.
Ambil kursus atau mulailah hobi
baru.
Pikirkan bahwa saat ini
merupakan bab baru dalam
kehidupan
Anda. “Eksplorasi semangat
Anda dan buatlah rencana untuk
mencapai
tujuan, bisa dengan memulai
sebuah usaha, kembali sekolah,
menulis
buku,” ucap Allen.
Sementara itu, terapis
pernikahan Isadora Alman
mengatakan ada sebuah
teknik yang tergolong efek untuk
membuat keseimbangan
mental. Ia
menyarankan untuk membuat
tabel yang hal yang indah dan
tidak indah
dari si mantan. “Hal ini penting
untuk diingat, inilah waktunya
yang
buruk tampil juga dengan hal
baik,” ucap Alman.
Tina Tessina PhD,
psychotherapist dan juga
penulis 11 buku, termasuk
How to Be a Couple and Still Be
Free mengatakan kesedihan,
kemarahan
dan frustasi merupakan reaksi
normal dalam keadaan ini.
“Suatu hal
yang biasa jika merasa hal itu
akan terjadi lagi. Lantas Anda
merasa
marah besar, dan bingung dan
tidak bisa melalui hal itu. Anda
perlu
mendekatkan diri dengan Yang
Maha Kuasa dan merasa
nyaman,” paparnya.
Tessina mengatakan suatu saat
seseorang akan mencapai suatu
titik, di
mana ia bisa menerima dan
memahami kondisi tersebut dan
menganggapnya
sebagai bagian dari risiko dari
kehidupan. msn.com/rita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 Mei 2010 by in artikel.

Kategori

Blog Statistic

  • 21,292 hits

Contact

%d blogger menyukai ini: