jendelablog.wordpress.com

budiscyan weblog area's

Festival Orang Jelek

Kontes kecantikan biasa dilakukan di sebuah daerah atau
negara. Namun, kontes untuk memilih orang jelek mungkin hanya bisa
ditemui di kota Piobbico, wilayah Le Marche, Italia. Di kota itu,
setiap tahun diadakan festival orang terjelek.

Di kota kecil berpenduduk sekitar dua ribu orang itu, berdiri Club
dei Brutti atau Klub Orang-Orang Berwajah Jelek.

Pada hari Minggu pertama setiap September, ratusan orang berkumpul di
alun-alun kota untuk upacara nyeleneh, yaitu Festival Tahunan
Orang-Orang Berwajah Jelek. Di acara tersebut, presiden baru klub itu
dipilih.

Setiap tahun, orang yang sama, Telesforo Iacobelli, memenangkan
festival itu karena dia memiliki hidung kecil. Di daerahnya, hidung
besar dianggap tampan atau cantik.

Tetapi bukan hanya karena ukuran hidung dia menang, melainkan juga
karena pria itu menghabiskan hidupnya untuk memperjuangan pengakuan
atas orang-orang jelek di dalam masyarakat yang menempatkan nilai
tinggi pada kecantikan fisik.

“Saya yakin, dan yang lain akan setuju dengan saya, bahwa pada
akhirnya kamilah yang akan jadi pemenang,” tandas Iacobelli.

“Anda tahu mengapa? Sebab, kami tulen. Sebab, kami adalah kami. Kami
pria dan wanita yang kami inginkan, yang membenarkan apa kami dan
tidak untuk apa kami terlihat.”

Iacobelli bahkan membangun kuil untuk kejelekan di dalam rumahnya.
Slogan yang tertulis di papan terbaca: “Wanita berwajah jelek selalu
bahagia.”

Kepala babi hutan -lambang klub itu- dipasang di atas sebuah pintu.
Hiasan bagian atas klub tersebut menonjolkan seorang pria yang sedang
bersandar sambil mengisap pipa rokok dengan slogan: “Wajah jelek
kebaikan, wajah cantik perbudakan.”

Klub tersebut diresmikan 40 tahun lalu dengan fokus baru, yakni agen
pernikahan bagi wanita lajang kota itu. Mereka, tampaknya, merasa tak
bisa menemukan suami karena berwajah jelek. Dari permulaan yang
menguntungkan itulah, Klub Orang-Orang Berwajah Jelek berkembang.
Saat ini klub itu memiliki 20 ribu anggota dari seluruh dunia.

Klub tersebut mengampanyekan antidiskriminasi di tempat kerja
berdasar pada penampilan semata. Mereka mencoba membuat masyarakat
lebih menyadari permasalahan orang-orang berwajah jelek. Klub itu
juga membantu orang-orang mengatasi ketakukan mereka dan, dalam
beberapa kasus, menemukan pasangan.

“Klub membantu orang-orang dengan menunjukkan kepada mereka bahwa
mereka mungkin secara fisik jelek, tapi mereka juga memiliki ciri
khas lain yang lebih tinggi daripada pemilik kecantikan fisik,” kata
seorang anggota klub itu.

Yang lain mengatakan, “Sebelum bergabung, saya merasa ngeri berbicara
dengan wanita. Sekarang saya sudah tidak takut lagi dan saya memiliki
istri yang mengagumkan, yang juga cantik!”

Ironisnya, putri Iacobelli, Roberta, tidak mewarisi penampakan fisik
ayahnya. Roberta tumbuh menjadi wanita cantik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 27 November 2010 by in artikel.

Kategori

Blog Statistic

  • 21,292 hits

Contact

%d blogger menyukai ini: