jendelablog.wordpress.com

budiscyan weblog area's

Anda Memaki Atau Sedang Bersandiwara? (curhat)

Budi Adalah Seorang Penjual Mie Ayam tulen!!!

Hehe untuk kesekian kalinya Aku ingin bercerita, ini tentang pengalamanku beberapa hari yang lalu…

Seperti biasanya Aku berangkat mengais rejeki dengan membawa rombong dan senyum lebar, berharap hari ini akan mendapat rizki lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Biasanya memang 10 hari lebaran pertama menjadi harta karun terbesar bagi para pedagang.

waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB tepat. Segera ku tarik tuas starter sepedaku dan ngacir berangkat menuju perkampungan untuk menjajakan daganganku. Alhamdulillah begitu berhenti pembeli langsung berkerumun, lumayanlah untuk permulaan. akupun melanjutkan perjalanan dengan perasaan yang enteng.

Sehabis maghrib aku menuju ke kampung yang lain, alhamdulillah rame juga daganganku, tapi di sinilah awal mulanya. Setelah aku pukul kentonganku untuk memberi tanda kepada pada pelanggan sembari dalam hati berteriak ” wooooeeee… aiem kamiiiing… ini mie ayam ntuk saudara saudara.. ayo silakan dinikmati… silakan beli beli beli…” hehehe… itu bukan mantra loh, toh bener, tak beberapa lama orang-orang dan anak-anak datang. mungkin mereka masih pada nafsu untuk menghabiskan sisa-sisa angpau lebaran kemarin. Orang pertama yang memesan adalah pelangganku juga, wanita berjilbab, tapi emang agak galak juga cerewet orangnya,

dia berkata lalu langsung masuk kerumah:
” heh heh.. gawekno telu” ( heh heh , buatin 3 porsi ),
dengan sigap aku jawab:
“oooh ngih nggih nggih” (oh iya.. *sambil manggut-manggut*)

Langsung tanpa pikir panjang segera aku masukkan 3 porsi mie, bersamaan dengan itu ada 1 orang lagi yang memesan 2 porsi, kali ini dengan nada yang lebih sopan;

” mas, sampeyan damelaken kaleh nggih” ( mas, tolong buatkan sekalian 2 porsi ya ),
aku jawab : “oh nggih buk” (oh iya bu.. ),

aku tambahkan 2 porsi mie ke dalam panci. kali ini orangnya sabar menunggu saya masak.

Karena sudah terbiasa maka tidak perlu waktu lama untuk membuat 5 mangkuk mie ayam sekaligus. baru saja saya selesai lalu ibuk yang ke dua tadi meminta untuk dibungkus , langsung saya bungkus lalu saya masukkan ke kantung plastik. ketika mau saya serahkan dari jauh saya diteriaki oleh ibu yang pertama tadi dengan nada tinggi;

“Heh.. wis mateng po urung jane, selak mulih wonge” (heh udah matang apa belum, orangnya keburu pulang) *Orang siapa ,pikirku dalam hati* , sayapun jadi terburu buru berkonsentrasi pada 3 mangkuk mie yang masih berada di atas mangkok.

lalu saya bertanya: “ini di bungkus atau dimangkok bu?”

dia manjawab dengan wajah marah: “Laah halah emang kamu layanin belakangan, aku tadi kan sudah memesan duluan?” *aku clingukan bingung karena menurutku berlebihan kalau dia harus marah betulan*

Ternyata memang benar orang tersebut benar-benar marah, lalu dia memarahi saya Dasar orang gak pinter, udah lain kali aku gak mau beli lagi “ *saya masih tertegun, mau membela diri tapi saya tahan*

Dengan segera orang itu pergi dan ibu yang satu tadi berkata ” Yang sabar aja mas, dia memang seperti itu”, kata-kata itu sedikit menghibur saya yang saat itu masih syock karena baru pertama kali ada pelanggan saya yang marah-marah.

Ada sebersit cacian yang ingin saya ucapkan tapi tak beberapa lama cacian itu hilang dengan sendirinya . “Ya Allah ternyata inilah yang dinamakan dunia, sekarang pandanganku terhadap makhlukmu lebih luas, Kau mengajariku sekali lagi tentang Kesabaran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 September 2011 by in artikel.

Kategori

Blog Statistic

  • 21,292 hits

Contact

%d blogger menyukai ini: