jendelablog.wordpress.com

budiscyan weblog area's

Salahkah Keputusanku Ini?

Satu Tahun Yang Membuat Saya Menjadi Insan Yang Berbeda . . .

Profesi adalah keutamaan yang pasti di kejar oleh semua orang. Awal pentingnya sebuah profesi adalah adanya dorongan untuk membuktikan bahwa “Saya Bukanlah Orang Yang Tidak Ada Gunanya”, Manusia belajar,Manusia Berusaha dan Akhirnya akan memetik hasilnya.

Teringat ketika baru lulus Sekolah menengah atas. Wajarlah, Saya bukan termasuk anak didik yang berprestasi dalam bidang akademik. Ijazah baru saja keluar saya sudah mondar-mandir kesana kemari untuk mencari pekerjaan di dalam kota. Saat itu saya tidak peduli apa pekerjaannya dan berapa gajinya.Yang terpenting bagi saya adalah saya tidak mau membuang waktu saya untuk menganggur di rumah.

Perjalananpun dimulai ketika saya digaet oleh rekan saya Edi Nurkholis . Saya mondar – mandir kesana kemari, mengirimkan berbagai surat lamaran sampai akhirnya beberapa perusahaan yang memanggil. Tapi entah mengapa teman saya itu justru memilih untuk menerima tawaran menjadi operator warung internet. Mungkin karena dorongan hasrat atas kegilaan kami pada internet yang dulu semasa sekolah hampir 70% waktu di setiap hari-hari kita habiskan di depan komputer sehingga kita merasa tidak mungkin bisa lepas dari komputer. maklumlah, enyak babe kagak kuat beli’in kita kompi, boro boro dah… sandal jepit aja kita beli sendiri… xixixixi….

Beberapa hari berlalu, edi Begitu mantaB (pake “B”) untuk bekerja di sana, tapi justru sayalah yang bimbang. sebenarnya saya dan dia mengejar misi yang berbeda. Dia bekerja dengan santai dengan maksud mencari pengalaman karena usianya masih jauh di bawahku,tapi bagiku itu adalah sebuah tekanan, tidak ada waktuku yang boleh terbuang sia-sia. Dengan berat hati dan setetes air mata sayapun memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan itu,mengorbankan kecintaan saya untuk mencari pengalaman dalam bidang komputer dan internet.

Seminggu setelah itu berlalu saya memutuskan untuk memenuhi panggilan kakak yang lebih dulu sukses merintis usaha rumah tangga. “Kenapa saya tak mencoba pengalaman lain? lagipula saya khan masih bisa belajar ilmu itu dimana saja asalkan ada komputer dan jaringan untuk belajar (rekan rekan multiplyer),begitulah pikiran saya saat itu. tanpa pikir panjang saya langsung berpamit, mohon do’a restu kepada kedua orang tua untuk mencari rizki dengan jalan yang saya pilih.Meskipun Ayah sempat meneteskan air mata untuk kepergian saya, akhirnya beliau merelakan saya pergi. Dengan Do’a dan Restu mereka saya berangkat dan langsung mengambil profesi di kota malang. Apa pekerjaan saya? bagi yang membaca jurnal saya sebelumnya tentu sudah tau. Profesi ini saya tekuni sampai setahun terakhir ini.

Taukah anda kenapa saya masih bertahan bahkan dengan profesi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan cita-cita dan kemampuan yang saya asah selama ini?

“Saya Mencintai Keluarga, Masa Depan Dan Orang Tua saya tapi saya tidak mempunyai pilihan sebanyak yang anda punya”.

Dibalik semua itu sesungguhnya saya adalah orang yang memperhitungkan banyak hal sebelum saya bertindak. Jadi saya mengambil ini bukan karena paksaan tetapi karena inilah yang saya inginkan. Saya Mencintai Pekerjaan Saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 September 2011 by in artikel.

Kategori

Blog Statistic

  • 21,292 hits

Contact

%d blogger menyukai ini: